Assalamualaikum wr. wb...
mengenai kerja sukarela saya sebagai kontributor salah satu website, saya jadi teringat akan suatu hal.
dulu, zaman kelas 1 sma, saya pernah mengikuti psikotes dari salah satu lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti. ketika itu, saya menulis bahwa cita - cita saya adalah menjadi dokter. (yah maklumlah, jaman dulu kan masih labil, jadi saya pun pernah punya cita - cita ingin jadi dokter. saya kira, siapapun pernah pengen jadi dokter yaa). dan ketika itu, jawaban hasil psikotesnya benar - benar jauh berbeda dari apa yg saya cita- citakan. pada selembar kertas tersebut dicantumkan bahwa karir yang cocok bagi saya adalah seorang jurnalis.
jurnalis.
bayangkan itu, kawan - kawan sebangsa dan setanah air. sebelum ada hasil psikotes itu, sedetik pun saya sama sekali ngga pernah menginginkan untuk menjadi jurnalis. wong saya pengen jadi ginekolog kok malah disuruh buat berita, gitu pikir saya.
tapi, lihat saya sekarang. kerjaan saya sekarang tiap hari adalah mengumpulkan berita bagus mengenai Indonesia untuk kemudian direpost / diramu menjadi sebuah artikel. lalu major saya di fakultas hukum, yang menuntut mahasiswanya untuk bisa menulis secara kritis. dan kadang saya masih suka menulis cerpen untuk menyalurkan imajinasi - imajinasi tak tersampaikan di pikiran saya. lalu apa bedanya saya dengan seorang jurnalis? bedanya mungkin saya tidak bekerja di media massa formal, kali ya. dan tulisan - tulisan saya pun masih jauuuuuuh sekali dari kata "bagus", "sempurna" atau "profesional".
mau ngga mau saya jadi percaya sama hasil psikotes jaman saya masih culun itu. mungkin memang saya tidak ditakdirkan untuk membantu ibu - ibu melahirkan, tapi untuk menulis mengenai itu. begitupun waktu tes usm. bagaimana mungkin seseorang yang lebih cocok jadi jurnalis dibiarkan tersesat di belantara fakultas teknik? itb membuat keputusan yang tepat dengan tidak memilih saya menjadi salah satu mahasiswanya. dan saya pun tak pernah menyesal kuliah di fakultas hukum unpad.
senjata saya adalah kata - kata, bukan stetoskop atau rumus kelembapan tanah. dan meski menjadi jurnalis bukanlah pilihan karir yang saya kejar, tapi sementara ini, saya enjoy menjalaninya. saya rasa, memang begitulah adanya.
No comments:
Post a Comment